Menu ✖

Mode Gelap

Uncategorized ยท 22 Agu 2025 07:14 WIB ยท

๐—ž๐—ฒ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ธ๐˜‚๐—บ ๐—”๐—ฐ๐—ฒ๐—ต ๐——๐—ผ๐—ฟ๐—ผ๐—ป๐—ด ๐—ฃ๐—ฟ๐—ผ๐—ฑ๐˜‚๐—ธ ๐—ž๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ท๐—ถ๐—ป๐—ฎ๐—ป ๐— ๐—ฎ๐˜€๐˜‚๐—ธ ๐—œ๐—ป๐—ฑ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—š๐—ฒ๐—ผ๐—ด๐—ฟ๐—ฎ๐—ณ๐—ถ๐˜€


 ๐—ž๐—ฒ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ธ๐˜‚๐—บ ๐—”๐—ฐ๐—ฒ๐—ต ๐——๐—ผ๐—ฟ๐—ผ๐—ป๐—ด ๐—ฃ๐—ฟ๐—ผ๐—ฑ๐˜‚๐—ธ ๐—ž๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ท๐—ถ๐—ป๐—ฎ๐—ป ๐— ๐—ฎ๐˜€๐˜‚๐—ธ ๐—œ๐—ป๐—ฑ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—š๐—ฒ๐—ผ๐—ด๐—ฟ๐—ฎ๐—ณ๐—ถ๐˜€ Perbesar

Banda Aceh – Tuntasnusantara.com
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Aceh, Meurah Budiman, melakukan kunjungan kerja ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh, Kamis (21/8/2025).

Kehadirannya disambut langsung oleh Kepala Disperindag Aceh, Moh. Tanwier. Pertemuan ini membahas langkah strategis untuk memperkuat pelindungan dan pengembangan produk kerajinan melalui Indikasi Geografis (IG).

Meurah Budiman menegaskan bahwa pendataan produk kerajinan di kabupaten/kota menjadi hal yang sangat penting. Menurutnya, data tersebut akan menjadi dasar dalam mengidentifikasi produk yang memiliki ciri khas dan reputasi agar bisa diajukan sebagai Indikasi Geografis.

“Kerajinan Aceh memiliki kekayaan budaya dan keunikan yang perlu kita lindungi sekaligus kita dorong agar memiliki daya saing global,” ujarnya.

Berdasarkan catatan hingga pertengahan 2025, terdapat 191 produk Indikasi Geografis yang terdaftar di Indonesia. Dari jumlah tersebut, baru 40 produk yang berasal dari sektor kerajinan. Jumlah ini dinilai masih kecil jika dibandingkan dengan potensi besar kerajinan yang dimiliki masyarakat Indonesia, khususnya Aceh.

Sebagai pembanding, India sudah mendaftarkan 697 produk Indikasi Geografis, di mana 348 di antaranya atau sekitar 52% merupakan kerajinan tangan. Angka ini jauh di atas Indonesia, yang menandakan pemanfaatan IG di sektor kerajinan tanah air masih jauh dari optimal.

Meurah menyebutkan, Kemenkum Aceh siap berkoordinasi dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) di kabupaten/kota. Tujuannya, agar pendataan produk kerajinan bisa dilakukan secara menyeluruh, sehingga Aceh dapat mendorong lebih banyak produk kerajinan yang dilindungi dengan IG.

โ€œKalau kita bicara soal nilai tambah, Indikasi Geografis bukan hanya soal pelindungan hukum. Ini juga soal strategi pemasaran, peningkatan kualitas, hingga memperluas pasar global. Produk kerajinan Aceh bisa lebih dikenal dunia jika kita dorong lewat jalur ini,โ€ kata Meurah.

Sementara itu, Kepala Disperindag Aceh, Moh. Tanwier, menyambut baik langkah ini. Ia menyebut kerja sama dengan Kemenkum Aceh sangat penting untuk memperkuat ekosistem pelaku ekonomi kreatif di Aceh.

โ€œKami siap bersinergi, karena sektor kerajinan adalah salah satu keunggulan daerah yang perlu kita angkat bersama,โ€ ucapnya.

Kunjungan kerja ini menjadi awal dari rangkaian koordinasi antara Kemenkum Aceh dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait. Diharapkan, langkah ini mampu membuka jalan bagi lebih banyak produk kerajinan Aceh untuk memperoleh pengakuan Indikasi Geografis, sehingga bisa bersaing di pasar nasional maupun internasional.

#KementerianHukum
#KemenkumAceh
#LayananHukumMakinMudah
#MeurahBudiman
#KanwilAcehPastiBereh

(JZ/Red)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Perjudian Sabung ayam dan Dadu di Sungai Binti Sagulung Diduga Adanya Pembiaraan, Patroli Polsek Sagulung Dipertanyakanย 

15 Desember 2025 - 08:44 WIB

Hakim โ€œEllen Yolanda Sinaga, SH., MH., Dilaporkan Oleh Hendri Siregar Bercap Darahnya Ke Pengadilan Tinggi Riau

18 Oktober 2025 - 15:42 WIB

Anda Karaoke Jadi Sorotan Publik, Benarkah Ada Peredaran Pil Ekstasi Merk Transformer di Balik Musik Keras?

18 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Rohul Catat Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Riau, Bukti Kepemimpinan Visioner Bupati Anton dan Wabup Syafaruddin Potih

18 Oktober 2025 - 13:02 WIB

Wujudkan Kemandirian Desa, Kapolres Simalungun Hadiri Peletakan Batu Pertama 800 Unit KMP di Gunung Maligas

17 Oktober 2025 - 21:17 WIB

Potensi wisata religi desa Ujungbatu 4 kecamatan hutaraja tinggi kabupaten padanglawas Sumatera Utara sangat layak dikembangkan

17 Oktober 2025 - 11:16 WIB

Trending di Uncategorized