Sumbar – tuntasnusantara.com
Komitmen Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, dalam mengawal kebangkitan kembali jalur kereta api di Sumatera Barat menuai pujian. Apresiasi itu datang langsung dari Kepala BP BUMN yang juga COO Danantara, Donny Oskaria, dan Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin.
Pujian tersebut mengemuka saat seremoni pencanangan reaktivasi rel di Stasiun Kayu Tanam, Padang Pariaman, Selasa (27/10/2026). Keduanya menilai, tanpa dorongan politik yang kuat dari wakil rakyat, mustahil proyek perkeretaapian yang sudah lama mati suri ini bisa kembali dilirik pusat.
Donny Oskaria tak segan menyebut Andre sebagai sosok kunci. Menurutnya, persoalan klasik Sumbar seperti jalur Sitinjau Lauik dan Lembah Anai yang rawan longsor membuat konektivitas darat sering lumpuh. Karena itu dibutuhkan terobosan transportasi massal yang lebih aman dan efisien.
“Ini yang terus diperjuangkan Pak Andre Rosiade. Warga Sumbar patut berterima kasih, kita punya wakil rakyat yang all out memikirkan kemajuan kampung halamannya,” tegas Donny di hadapan awak media.
Ia menambahkan, infrastruktur yang andal adalah fondasi pertumbuhan ekonomi. Dengan kereta api yang aktif, mobilitas orang dan distribusi barang tidak lagi bergantung penuh pada jalan raya.
Pandangan serupa disampaikan Dirut KAI Bobby Rasyidin. Ia menyebut reaktivasi Sumbar adalah instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto, dan Andre Rosiade menjadi penggerak paling vokal dari Senayan.
“Pak Andre Rosiade getol sekali mendorong agar rel-rel tidur di Sumbar ini bisa bangun lagi,” ungkap Bobby.
Bobby membeberkan fakta memprihatinkan. Dari total 284 kilometer jaringan rel peninggalan Belanda di Sumbar, kini hanya 84 kilometer yang masih beroperasi. Sisanya mati.
Padahal minat masyarakat tinggi. Sepanjang 2025, KAI Sumbar mengangkut 2 juta penumpang, naik 8,9 persen dari tahun sebelumnya. Bahkan di semester I 2026, lonjakannya mencapai 22 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Data ini menjadi modal kuat untuk reaktivasi.
Untuk tahap pertama, KAI akan menghidupkan kembali rute Kayu Tanam – Padang Panjang sepanjang 15,3 Km. Saat ini tim teknis tengah menyusun kajian komprehensif, mulai dari geometri rel, teknologi untuk tanjakan ekstrem, penguatan jembatan, hingga penertiban sekitar 6.800 bangunan liar yang masuk ruang milik jalur (Rumija) dengan melibatkan Pemda dan Forkopimda. Pengerjaan fisik ditargetkan mulai 2027.
Ke depan, jalur akan diperpanjang menuju Solok, Sawahlunto, hingga Sijunjung. Selain angkutan penumpang, jalur ini disiapkan untuk logistik komoditas unggulan seperti hasil pertanian, CPO, hingga batu bara Ombilin.
Sementara itu Andre Rosiade mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang memberi atensi besar untuk Sumbar. Menurutnya, hidupnya kembali kereta api akan menjadi solusi untuk mengurangi kerusakan jalan akibat truk-truk ODOL pengangkut batu bara dan sawit.
“Kita ingin ke depan batu bara dan CPO dari Sijunjung tidak lagi lewat jalan, tapi lewat kereta api langsung ke Pelabuhan Teluk Bayur. Jalan kita awet, logistik lebih murah,” ujar Andre.
Ia berharap sinergi pemerintah pusat, Danantara, dan KAI terus terjaga agar manfaat reaktivasi ini bisa segera dirasakan rakyat Ranah Minang.
MZ_StafRed







