Menu

Mode Gelap
How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips 20 Questions You Should Always Ask About Playstation Before Buying It The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Berita · 14 Jul 2026 18:34 WIB ·

Memprihatinkan, Publik Pertanyakan Kinerja Disparpora Pelalawan dalam Menjaga Warisan Budaya Istana Sayap


 Memprihatinkan, Publik Pertanyakan Kinerja Disparpora Pelalawan dalam Menjaga Warisan Budaya Istana Sayap Perbesar

 

PELALAWAN – Tuntasnusantara.com
Kondisi Istana Sayap, ikon sejarah Kesultanan Pelalawan sekaligus aset wisata budaya milik Pemerintah Kabupaten Pelalawan, menuai sorotan publik. Bangunan bersejarah yang menjadi salah satu simbol kebanggaan daerah itu kini terlihat mengalami berbagai kerusakan dan dinilai kurang mendapat perawatan.

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah fasilitas mengalami penurunan kondisi. Gapura masuk tampak kusam, beberapa anak tangga mengalami kerusakan, cat bangunan memudar, halaman ditumbuhi gulma, sementara drainase dan parit beton di sekitar kawasan terlihat rusak. Di area istana, meriam peninggalan sejarah juga tampak mulai berkarat tanpa terlihat adanya upaya konservasi.

Selain itu, kawasan wisata tersebut tampak sepi dari aktivitas pengelolaan. Tidak terlihat petugas yang berjaga maupun layanan bagi pengunjung. Bagian dalam bangunan istana juga tertutup sehingga kondisi koleksi dan interior tidak dapat dipantau.

Di kawasan tepian Sungai Kampar, dermaga kayu yang sebelumnya menjadi salah satu daya tarik wisata terlihat lapuk dan mengalami kerusakan. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan masyarakat mengenai upaya pemeliharaan terhadap salah satu aset wisata sejarah terpenting di Kabupaten Pelalawan.

Sorotan kemudian mengarah kepada Dinas Pariwisata Pemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Pelalawan sebagai organisasi perangkat daerah yang membidangi sektor pariwisata, termasuk pengelolaan objek wisata daerah.

Sejumlah warga menilai, apabila pemeliharaan dilakukan secara rutin dan terencana, kerusakan yang terjadi saat ini dapat diminimalkan.

“Kalau aset sejarah seperti Istana Sayap saja tidak mampu dirawat dengan baik, lalu bagaimana daerah ini ingin membangun sektor pariwisata berbasis budaya? Warisan sejarah bukan hanya untuk dipamerkan saat ada tamu, tetapi harus dijaga setiap waktu,” ujar Juni, salah seorang pengunjung.

Ia menambahkan, membiarkan bangunan bersejarah terus mengalami kerusakan sama saja dengan mengikis identitas Kabupaten Pelalawan.

“Kehilangan warisan budaya bukan sekadar kehilangan bangunan, tetapi kehilangan jejak sejarah yang menjadi kebanggaan masyarakat,” tambahnya.

Masyarakat juga mempertanyakan efektivitas program pemeliharaan aset wisata yang selama ini dijalankan. Di antaranya mengenai keberadaan program perawatan berkala, besaran anggaran yang dialokasikan setiap tahun, serta realisasi pemeliharaan terhadap Istana Sayap sebagai cagar budaya daerah.

Untuk memperoleh konfirmasi, media ini telah berupaya meminta tanggapan Kepala Dinas Pariwisata pemuda dan olahraga Kabupaten Pelalawan terkait kondisi tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum berhasil ditemui karena sedang berada di luar kantor.

“Pak Kadis sedang ada kegiatan di luar,” ujar salah seorang pegawai Disparpora.

Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari Kepala Disparpora maupun Pemerintah Kabupaten Pelalawan apabila ingin memberikan penjelasan atau informasi tambahan terkait kondisi serta program pemeliharaan Istana Sayap.

Kondisi Istana Sayap dinilai menjadi perhatian bersama mengingat bangunan tersebut merupakan bagian penting dari warisan sejarah Kesultanan Pelalawan sekaligus aset daerah yang memiliki nilai budaya dan potensi wisata.

Publik berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata melalui rehabilitasi bangunan, konservasi benda-benda bersejarah, penataan kawasan, serta pengelolaan yang lebih optimal agar Istana Sayap kembali menjadi destinasi wisata budaya yang layak dikunjungi dan tetap terjaga bagi generasi mendatang.

Tim

Artikel ini telah dibaca 52 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Green Action FBN Sri Meranti Dorong Budaya Peduli Lingkungan melalui Edukasi dan Aksi Nyata

14 Juli 2026 - 18:36 WIB

Kapolda Riau dan Kajati Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

13 Juli 2026 - 21:12 WIB

Ketua Umum LSM AMATIR Diduga Minta Hentikan Kritik, LHI Riau Tetap Laporkan Dugaan Korupsi UIN Suska ke Polda

13 Juli 2026 - 14:42 WIB

Academy EL BARELA Pelalawan Catat Awal Manis di Liga PSSI Kabupaten Pelalawan 2026

13 Juli 2026 - 11:35 WIB

Perkuat Struktur dan Gerak Cepat, KMBD Luncurkan KTA, Mandat SATGAS Serta Dua Program Andalan Dumai

12 Juli 2026 - 10:38 WIB

Siswa SMK Negeri 1 Pangkalan Kerinci Diduga Kerap Merokok di Lingkungan Sekolah

12 Juli 2026 - 07:25 WIB

Trending di Berita