Menu

Mode Gelap
How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips 20 Questions You Should Always Ask About Playstation Before Buying It The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Berita · 30 Agu 2026 15:44 WIB ·

Ibadah Raya GKKD Pangkalan Kerinci, Iman yang Menggerakkan Hati Tuhan


 Ibadah Raya GKKD Pangkalan Kerinci, Iman yang Menggerakkan Hati Tuhan Perbesar

Pelalawan – Riau | Tuntasnusantara.com
Ibadah Raya GKKD Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, berlangsung dengan penuh sukacita dan penghayatan iman pada Minggu, 30 Agustus 2026. Ibadah tersebut mengangkat tema “Iman yang Menggerakkan Hati Tuhan” dengan berlandaskan firman Tuhan dalam Matius 8:8.

Ibadah Raya tersebut dilaksanakan di GKKD Pangkalan Kerinci dan dipimpin oleh PS. Betel Harefa, S.Th., Gembala GKKD Pangkalan Kerinci. Dalam kesempatan tersebut, jemaat juga mendapatkan pelayanan firman dari Pdt. Saroeli Harefa, M.Th., Gembala GTDI Anugerah Batam.

Kehadiran pelayan Tuhan dari Batam tersebut menjadi bagian yang memperkaya suasana ibadah. Jemaat diajak tidak hanya mendengar firman, tetapi juga memahami bagaimana iman diwujudkan melalui kehidupan sehari-hari, kesetiaan, tanggung jawab, kasih, serta pengenalan kepada Yesus Kristus.

Ibadah Raya GKKD Pangkalan Kerinci Mengangkat Tema Iman

Dalam khotbahnya, Pdt. Saroeli Harefa mengingatkan jemaat mengenai pentingnya iman dalam kehidupan orang percaya. Dasar utama renungan tersebut diambil dari Matius 8:8.

“Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: ‘Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.’”

Pesan tersebut menggambarkan keyakinan seorang perwira terhadap kuasa Tuhan. Ia percaya bahwa perkataan Yesus memiliki kuasa, bahkan tanpa harus hadir secara langsung di rumahnya.

Iman seperti itu menjadi dorongan bagi setiap orang percaya untuk tetap menaruh kepercayaan kepada Tuhan dalam berbagai keadaan kehidupan.

Khotbah Mengajak Jemaat Bertumbuh dalam Iman

Selain Matius 8:8, khotbah juga mengingatkan jemaat bahwa kehidupan iman membutuhkan kesungguhan dalam mencari dan mengenal Tuhan. Hal tersebut ditegaskan melalui Ibrani 11:6.

“Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.”

Pesan tersebut menempatkan iman bukan sekadar sebagai pengakuan, tetapi sebagai dasar hubungan manusia dengan Tuhan.

Jemaat diajak untuk terus mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh serta menjadikan iman sebagai kekuatan dalam menghadapi kehidupan, keluarga, pekerjaan dan berbagai tanggung jawab sehari-hari.

Iman Harus Disertai Kebajikan dan Penguasaan Diri

Dalam pelayanan firman tersebut, jemaat juga diarahkan untuk memahami bahwa pertumbuhan iman perlu terlihat dalam karakter dan tindakan.

Hal itu sebagaimana tertulis dalam 2 Petrus 1:5-8:
“Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.”

Firman tersebut menekankan pentingnya proses pertumbuhan rohani. Iman diharapkan menghasilkan kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan dan kasih kepada sesama.

Dengan demikian, kehidupan orang percaya tidak berhenti pada kegiatan ibadah, tetapi juga diwujudkan melalui sikap dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan berikutnya berkaitan dengan tanggung jawab dan kesetiaan melalui perumpamaan tentang talenta dalam Matius 25:21-30.

Yesus mengajarkan tentang seorang hamba yang menggunakan talenta yang dipercayakan kepadanya. Kepada hamba yang setia, tuannya berkata:

“Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.”

Sebaliknya, hamba yang tidak menggunakan talenta yang dipercayakan kepadanya mendapat teguran.

“Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?”

Pesan tersebut menjadi pengingat agar setiap jemaat tidak menyia-nyiakan kesempatan, kemampuan dan tanggung jawab yang telah dipercayakan Tuhan.

Kesetiaan tidak selalu dimulai dari perkara besar. Justru melalui perkara kecil, seseorang dapat menunjukkan tanggung jawab dan kesungguhannya.

Jemaat Diingatkan sebagai Sahabat Kristus

Khotbah juga membawa jemaat kepada pemahaman mengenai hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan sebagaimana tertulis dalam Yohanes 15:15.

“Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.”

Ayat tersebut menjadi penguatan bagi jemaat bahwa hubungan dengan Kristus bukan hanya tentang menjalankan kewajiban, tetapi juga mengenai kedekatan, kepercayaan dan pengenalan terhadap kehendak Tuhan.

Kita dipanggil sebagai anak Allah karena kita Hidup dalam Iman.

Pesan tentang identitas orang percaya juga disampaikan melalui Roma 8:15-17.
“Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: ‘ya Abba, ya Bapa!’”

Firman tersebut memberikan penguatan bahwa orang percaya tidak dipanggil untuk hidup dalam ketakutan, melainkan sebagai anak-anak Allah yang memiliki pengharapan di dalam Kristus.

Karena itu, iman diharapkan menjadi kekuatan dalam menjalani kehidupan sekaligus menjadi dasar untuk tetap setia kepada Tuhan dalam keadaan apa pun.

Sambutan Gembala GKKD Pangkalan Kerinci

Dalam sambutannya, PS. Betel Harefa, S.Th., selaku Gembala GKKD Pangkalan Kerinci, menyampaikan sukacita atas pelaksanaan ibadah serta pelayanan firman yang diterima jemaat.

“Kami bersyukur kepada Tuhan karena ibadah raya hari ini dapat berlangsung dengan baik dan penuh sukacita. Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa iman bukan hanya sesuatu yang kita ucapkan, tetapi harus kita hidupi dalam keluarga, dalam pelayanan dan dalam kehidupan sehari-hari. Kiranya setiap jemaat terus bertumbuh dalam iman, kesetiaan, kasih dan pengenalan kepada Tuhan Yesus Kristus,” terangnya.

Ia juga mengajak jemaat supayabtidak berhenti bertumbuh dalam Iman sehingga kita dapat membawa pesan tersebut kekeluarga dan lingkungan kita masing-masing.

“Apa yang kita dengar hari ini kiranya menjadi kekuatan untuk kita jalani sepanjang minggu. Mari kita tetap setia dalam perkara-perkara kecil, menggunakan apa yang Tuhan percayakan dan menunjukkan kasih kepada sesama. Dengan demikian, iman kita dapat menjadi kesaksian melalui kehidupan kita,” tegasnya.

Jemaat Menyambut Firman dengan Sukacita

Salah satu warga gereja, Junius, menyambut dengan sukacita pesan firman yang disampaikan dalam ibadah minggu tersebut. Menurutnya, khotbah tentang iman memiliki hubungan erat dengan kehidupan yang dijalani bersama keluarga.

“Saya sangat bersukacita mengikuti ibadah hari ini. Firman tentang iman yang menggerakkan hati Tuhan benar-benar mengingatkan saya bahwa dalam kehidupan bersama keluarga, kita harus tetap percaya kepada Tuhan, sekalipun menghadapi berbagai keadaan baik atau tidak baik. Apa yang kita imani bukan hanya disampaikan di gereja, tetapi harus terlihat dalam cara kita menjalani kehidupan setiap hari, saling mengasihi, menjaga keluarga dan tetap mengandalkan Tuhan Yesus sebagai Juruselamat,” tuturnya.

Junius menilai pesan tentang iman dan kesetiaan tersebut menjadi pengingat untuk terus menyayangi Tuhan melalui kehidupan yang dijalani bersama keluarga.

“Bagi saya, menyayangi Tuhan bukan hanya dengan perkataan, tetapi dengan tetap percaya, bersyukur, menjaga keluarga dan berusaha melakukan apa yang baik sesuai dengan firman Tuhan. Itulah yang saya rasakan dari khotbah minggu ini dan yang ingin saya terus imani dalam kehidupan sehari-hari bersama keluarga,” ucapnya dengan syukur.

Ibadah Menjadi Penguatan bagi Jemaat

Ibadah Raya GKKD Pangkalan Kerinci tersebut menjadi momentum bagi jemaat untuk kembali menguatkan iman dan memperbarui komitmen dalam menjalani kehidupan sebagai orang percaya.

Pesan yang disampaikan melalui Matius 8:8, Ibrani 11:6, 2 Petrus 1:5-8, Matius 25:21-30, Yohanes 15:15 dan Roma 8:15-17 mengarah pada satu pesan penting, yakni iman perlu diwujudkan melalui kesetiaan, tanggung jawab, kasih dan kehidupan yang semakin dekat dengan Tuhan.

Melalui ibadah tersebut, jemaat diharapkan membawa pulang bukan hanya pengalaman beribadah, tetapi juga semangat untuk menerapkan firman Tuhan dalam kehidupan keluarga dan lingkungan.

Dengan iman yang terus bertumbuh, setiap jemaat diajak untuk tetap setia dalam perkara kecil, mengembangkan talenta yang dipercayakan Tuhan, mengasihi sesama dan menjadikan kehidupan sehari-hari sebagai kesaksian iman kepada Yesus Kristus.


Jurnalis : Junius Zalukhu

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kisah Anak Tukang Kayu, Mr. Zega Berjuang Untuk Merubah Hidup

29 Agustus 2026 - 09:04 WIB

Pelangsiran BBM Subsidi Diduga Marak di SPBU Simpang Pulai Ukui, Kapolda Riau Diminta Bertindak

28 Agustus 2026 - 22:05 WIB

Dump Truk Bawa Solar Ditetapkan Jadi Barang Temuan Oleh Polres Pelalawan

27 Agustus 2026 - 15:48 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Koto Gasib melakukan monitoring jagung pipi Poktan Mekar Sari

27 Agustus 2026 - 14:05 WIB

Dukung Sekolah Rakyat, Kades Sontang Hibahkan Tanah 20 Hektar

27 Agustus 2026 - 10:13 WIB

Antisipasi Kabut Asap, Atas Arahan Bupati Disdikpora Rokan Hulu Keluarkan Surat Edaran

27 Agustus 2026 - 10:11 WIB

Trending di Berita