Menu

Mode Gelap
How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips 20 Questions You Should Always Ask About Playstation Before Buying It The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Berita · 18 Feb 2026 19:45 WIB ·

Unit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun Cari Keluarga Korban Laka Lantas: Diduga ODGJ Tewas Tertabrak


 Unit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun Cari Keluarga Korban Laka Lantas: Diduga ODGJ Tewas Tertabrak Perbesar

SIMALUNGUNTuntasnusantara.com – Polres Simalungun melalui Unit Gakkum Sat Lantas menghimbau masyarakat untuk membantu mengidentifikasi korban kecelakaan lalu lintas yang diduga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Korban meninggal dunia setelah tertabrak mobil angkutan umum di Jalan Pematangsiantar-Parapat, Selasa malam (17/2/2026).

Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun IPDA Yancen Hutabarat, S.H., saat dikonfirmasi Rabu sore (18/2/2026) sekitar pukul 18.10 WIB menjelaskan kronologi kejadian. “Kecelakaan terjadi di Jalan Umum Km 18-19 jurusan Pematangsiantar-Parapat, tepatnya di Dusun Marihat Dolok, Nagori Dolok Parmonangan, Kecamatan Dolok Panribuan, Selasa tanggal 17 Februari 2026 sekitar pukul 19.30 WIB,” ujar IPDA Yancen.

Kejadian tragis ini melibatkan satu unit mobil angkutan umum Daihatsu Grand Max PT. Bandar Jaya Trans BK 1137 WS yang dikemudikan Libel Desfernando Haloho (23 tahun), wiraswasta asal Jalan Asahan KM VI Perum Sumber Jaya. “Pengemudi dalam keadaan sehat jasmani dan rohani, dapat menunjukkan SIM A dan STNK lengkap,” ungkap IPDA Yancen.

Yang memprihatinkan, korban yang meninggal adalah seorang pejalan kaki yang belum diketahui identitasnya. “Kami menduga korban adalah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Hingga saat ini, identitas korban belum diketahui dan belum ada keluarga yang melapor,” ujar IPDA Yancen dengan nada prihatin.

IPDA Yancen menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi Boy Mitha Gandil Sitanggang (19 tahun), mahasiswa asal Sei Rapuh I. “Mobil angkutan umum melaju dari arah Parapat menuju Pematangsiantar. Saat tiba di TKP, seorang pejalan kaki tiba-tiba menyeberang jalan dari sisi sebelah kiri ke sisi sebelah kanan jurusan Pematangsiantar,” ungkap IPDA Yancen.

“Pengemudi tidak sempat menghindari karena pejalan kaki muncul tiba-tiba, sehingga terjadi tabrakan yang mengakibatkan pejalan kaki terpental ke badan jalan dan meninggal dunia,” ujar IPDA Yancen menjelaskan momen tragis tersebut.

Unit Gakkum Sat Lantas langsung bergerak cepat setelah menerima laporan sekitar pukul 20.00 WIB. “Tim kami langsung mendatangi TKP, melakukan pengamanan lokasi, mengatur arus lalu lintas, melakukan olah TKP, pemotretan, dan mengamankan barang bukti,” ungkap IPDA Yancen memaparkan langkah penanganan.

Dari hasil investigasi, cuaca saat kejadian cerah, kondisi malam hari, arus lalu lintas sedang, di daerah pemukiman warga. “Jalan merupakan jalan nasional dengan lebar 5,60 meter, badan jalan aspal, tidak terdapat rambu lalu lintas, terdapat marka jalan, jalan lurus, agak menurun dari arah Parapat menuju Pematangsiantar,” ujar IPDA Yancen merinci kondisi lokasi.

Analisis faktor menunjukkan pengemudi dalam kondisi sehat dan kendaraan memenuhi standar keselamatan. “Faktor utama adalah pejalan kaki yang diduga mengalami gangguan jiwa tiba-tiba menyeberang jalan tanpa memperhatikan kendaraan yang lewat,” ungkap IPDA Yancen.

Kerugian material diperkirakan mencapai Rp3.000.000 (tiga juta rupiah). Pengemudi setelah kejadian tidak mengalami luka dan telah memberikan keterangan lengkap kepada petugas.

“Kami menghimbau kepada masyarakat, khususnya warga Kecamatan Dolok Panribuan dan sekitarnya, jika ada yang mengenal atau kehilangan anggota keluarga yang diduga ODGJ, segera melapor ke Unit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun atau ke kantor polisi terdekat,” ujar IPDA Yancen memberikan himbauan penting.

IPDA Yancen menegaskan pentingnya identifikasi korban. “Kami memahami kesedihan keluarga yang kehilangan anggota keluarganya. Jenazah korban saat ini berada di rumah sakit dan menunggu untuk diserahkan kepada keluarga yang sah,” ungkap IPDA Yancen.

Unit Gakkum juga mengingatkan masyarakat tentang keselamatan berlalu lintas. “Bagi pengendara, selalu waspada terutama di malam hari dan di area pemukiman. Bagi pejalan kaki, selalu gunakan fasilitas penyeberangan jika ada dan perhatikan kendaraan yang lewat sebelum menyeberang,” ujar IPDA Yancen.

Untuk keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan gangguan jiwa, IPDA Yancen memberikan himbauan khusus. “Mohon untuk selalu mengawasi dan menjaga anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa agar tidak berkeliaran sendirian, terutama di malam hari di jalan raya yang berbahaya,” ungkap IPDA Yancen.

Masyarakat yang memiliki informasi terkait identitas korban dapat menghubungi Unit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun atau datang langsung ke Mapolres Simalungun. “Kami tunggu informasi dari masyarakat untuk membantu mengembalikan jenazah korban kepada keluarganya,” ujar IPDA Yancen menutup keterangan.
Dedi Sinaga

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemilihan Calon Ketua Dan Wakil ketua Pemuda Desa Teluk Binjai Dilaksanakan Dengan Demokratis

18 Februari 2026 - 20:08 WIB

Ketua FPII Bakal menyurati Kejati Riau Dan Kapolda Riau terkait Pembiaran Aset Daerah Yang di Jarah Oleh Pelaku PETI. Kadisbunak Kuansing Selama Ini tutup Mata…?

18 Februari 2026 - 19:42 WIB

Kerja di Hari Libur Imlek, Antara Operasional Perusahaan dan Hak Normatif Pekerja

18 Februari 2026 - 04:41 WIB

Kisah Japikir Sinaga Dipaksa Menjadi “MOSTER” Pemakan Jantung Kekasihnya Demi Ambisi Sang Ayah

17 Februari 2026 - 21:19 WIB

Kapolres Nias Hadiri Peresmian Gedung Polda Sumut, Jembatan Bailey di Sumbar, dan Pelepasan Bantuan Kemanusiaan

16 Februari 2026 - 12:09 WIB

Masyarakat Desa Pulo Jantan Minta Korem 022 PT Kodim 0209 LB Tangkang Pelaku Dugaan Peredaran Narkoba Alias Gudel dan HL

16 Februari 2026 - 10:28 WIB

Trending di Berita