Menu

Mode Gelap
How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips 20 Questions You Should Always Ask About Playstation Before Buying It The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Berita · 24 Nov 2025 10:15 WIB ·

Demi Meraup Untung Besar di duga Pakai Semen Yang Kurang Berkualitas,Terlihat Tembok Penahan Patah.


 Demi Meraup Untung Besar di duga Pakai Semen Yang Kurang Berkualitas,Terlihat Tembok Penahan Patah. Perbesar

NiasTuntasnusantara.com.
Aduh lagi-lagi Proyek pembangunan Miga-Lolowua di arah jalan Nias tengah ini khususnya di desa lolowua, kembali menuai sorotan publik. pasalnya, bangunan pada pasangan batu pondasi taman dinilai sangat rapuh dan tidak memenuhi standar mutu konstruksi.

Pantauan langsung media ini di lokasi, Senin (24/11/25), pukul 09.39 wib pagi memperlihatkan kondisi lapisan batu pondasi yang tampak mudah hancur dan berdebu saat disapuh. Bahkan sebagian permukaan pasangan batu terlihat mudah terkelupas, mengindikasikan adanya campuran semen dengan kualitas rendah atau penggunaan semen murah yang tidak sesuai spesifikasi teknis.

Kondisi ini menimbulkan dugaan kuat bahwa pekerjaan proyek tidak mengedepankan kualitas, melainkan sekadar mengejar penyelesaian fisik semata. padahal, proyek ini diduga hampir menelan anggaran senilai Rp 28.914.586.705,- Inciude PPN (dua puluh delapan milyar sembilan ratus empat belas juta lima ratus delapan puluh enam ribu tujuh ratus lima rupiah) dengan kontrak kerja hingga 26 Agustus 2025 melalui Dinas PUPR Provinsi tersebut seharusnya dibangun dengan standar mutu yang baik agar bermanfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Diketahui, proyek ini dikerjakan oleh PT. ADIDAYA CIPTA SENTOSA Bersama, dengan PT. MIKO YOVA AKSO CV. LAURA sebagai Konsultan Supervisi. Namun, hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana belum berhasil di mintai keterangannya terkait dugaan penggunaan material di bawah standar tersebut.

“Masyarakat menilai, lemahnya pengawasan teknis di lapangan kerap menjadi celah terjadinya praktik pembangunan asal jadi. “Jika benar semen yang digunakan kualitas rendah, maka proyek ini rawan dan pantas cepat rusak dan berpotensi merugikan keuangan negara,” ujarnya masyarakat.

Dari berbagai media sering memberitakan dugaan serupa pada proyek Miga-Lolowua arah jalan Nias tengah ini, adanya perbaikan jalan provinsi, dan bangunan pendukung, yang memicu kekhawatiran akan kualitas dan ketahanan konstruksi. 

“Dugaan semacam ini sering kali mengindikasikan adanya “Main Mata” atau kolusi antara kontraktor, konsultan pengawas, dan pihak terkait lainnya, serta dugaan penggunaan material yang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Pihak berwenang, seperti Dinas PUPR setempat atau aparat penegak hukum, didesak untuk melakukan investigasi dan audit terhadap material yang digunakan”. 

Penting untuk dicatat bahwa penggunaan bahan bangunan di bawah standar dapat membahayakan keamanan, kekuatan, dan umur panjang bangunan, serta dapat dikenakan sanksi pidana jika terbukti melanggar hukum dan menyebabkan kerugian negara. 

Masyarakat berharap, Dinas PUPR Provinsi segera turun melakukan pemeriksaan langsung terhadap kualitas material dan hasil pekerjaan proyek pembangunan tersebut. sebab, setiap rupiah dana publik harus dipastikan memberikan manfaat nyata, bukan hanya tampilan fisik semu yang mudah runtuh sebelum waktunya.


(✍️Tim Bersambung✍️)

Artikel ini telah dibaca 51 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sholat IED di Lapangan Mini Soccer Pangkalan Kerinci di Hadiri Bupati dan Wakil Bupati Pelalawan

23 Maret 2026 - 07:19 WIB

Pelayanan PKH Tercoreng: Lansia di Kerinci Timur Dapat Perlakuan Tak Berempati

19 Maret 2026 - 16:16 WIB

Ketua DPRD Indragiri Hulu Saptu P. Sunarat Beri Santunan Anak Yatim, Kaum Duafa dan Bantuan Keramik untuk Pembangunan Pesantren di Desa Pasir Kelampaian

18 Maret 2026 - 11:00 WIB

Buka Puasa Bersama Wartawan, Bupati Zukri Ajak Pers Bersinergi Bangun Pelalawan

17 Maret 2026 - 06:45 WIB

SekataNews Edukasi Literasi Media dan Citizen Journalism, Aktivis Pelalawan Antusias Perangi Hoaks

17 Maret 2026 - 01:00 WIB

Tragedi Kolam Renang Bahagia: Dua Siswi SD Tenggelam, LSM PAKAR Minta Operasional Ditutup Sementara”

16 Maret 2026 - 19:44 WIB

Trending di Berita