Menu

Mode Gelap
How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips 20 Questions You Should Always Ask About Playstation Before Buying It The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Berita · 13 Mei 2026 17:38 WIB ·

Ratusan Massa Kelompok Tani Tunas Malela Kepung PT Sipef, Jalan PKS Sempat Diblokade


 Ratusan Massa Kelompok Tani Tunas Malela Kepung PT Sipef, Jalan PKS Sempat Diblokade Perbesar

SIMALUNGUN.Tuntasnusantara.com — Aksi unjuk rasa kembali digelar oleh Kelompok Tani Tunas Malela bersama masyarakat delapan desa di Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada Rabu (13/5/2026). Massa aksi mendatangi gerbang kantor manajemen PT Sipef di Nagori Bukit Maraja untuk menyampaikan sejumlah tuntutan yang hingga kini dinilai belum mendapat penyelesaian.

Dalam aksi tersebut, massa membawa berbagai tuntutan yang ditujukan kepada pihak perusahaan maupun aparat penegak hukum. Mereka menagih janji penyelesaian dalam waktu 10 hari yang sebelumnya disebut telah disampaikan kepada masyarakat. Selain itu, massa juga meminta Kejaksaan Negeri Simalungun segera menindaklanjuti laporan masyarakat dari delapan desa terkait persoalan yang selama ini terjadi.

Tak hanya itu, para demonstran juga meminta agar persoalan tersebut diselesaikan langsung oleh pemilik PT Sipef melalui pertemuan di Rumah Aspirasi dan dimediasi oleh Kapolres Simalungun. Massa turut menyoroti dugaan intimidasi terhadap masyarakat yang menyampaikan aspirasi dan meminta agar tindakan tersebut dihentikan.

“Jika pemilik tidak mau langsung bertemu dengan pembina kami, maka kami meminta dengan tegas agar PT Sipef ditutup,” teriak massa dalam orasi mereka di depan gerbang perusahaan.

Aksi dipimpin oleh Ketua Kelompok Tani Tunas Malela, Suherman, ST, dengan sejumlah orator di antaranya Surianto, Hendra Saragih, dan M. Soleh. Dalam kegiatan itu turut hadir perwakilan dari Rumah Aspirasi Hinca M. Thalib yang memberikan dukungan terhadap perjuangan masyarakat.

Suasana aksi sempat berlangsung kondusif saat pihak perkebunan membuka ruang dialog dengan massa. Manager PT Sipef bermarga Ginting langsung menemui pengunjuk rasa dan mencoba menyampaikan penjelasan terkait tuntutan masyarakat. Namun, hasil dialog tersebut belum mampu memuaskan massa aksi.

Merasa aspirasi mereka belum mendapatkan jawaban yang jelas, para demonstran kemudian melanjutkan aksi dengan melakukan pemblokiran jalan menuju Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik perusahaan. Akses jalan ditutup menggunakan kendaraan pick up dan mobil sedan sehingga menghambat aktivitas operasional perusahaan.

Akibat pemblokiran tersebut, sejumlah truk pengangkut Crude Palm Oil (CPO) dan kendaraan pengangkut pupuk tidak dapat melintas. Situasi sempat memanas ketika pihak perkebunan, setelah berkoordinasi dan meminta pendapat dari aparat kepolisian, memutuskan membuka paksa blokade jalan tersebut.

Dengan cara mendorong kendaraan yang digunakan sebagai penghalang, pihak perusahaan akhirnya berhasil membuka akses jalan menuju PKS. Meski sempat terjadi ketegangan di lokasi, aksi pembukaan blokade berlangsung tanpa adanya perlawanan berarti dari massa demonstran. Setelah akses terbuka, truk pengangkut CPO dan pupuk kembali dapat melintas normal.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Polres Simalungun dan Polsek Gunung Malela mengerahkan puluhan personel ke lokasi aksi. Sejumlah pejabat kepolisian tampak hadir melakukan pengamanan dan pengawasan langsung di lapangan.

Di antaranya terlihat Kabag Ops Polres Simalungun, Kasat Binmas, Kasat Samapta, Kapolsek Bangun, personel Satlantas Polres Simalungun, serta puluhan personel gabungan lainnya yang berjaga selama aksi berlangsung.

Hingga sore hari, situasi di lokasi berangsur kondusif. Sekitar pukul 16.30 WIB, massa aksi akhirnya membubarkan diri secara tertib dan kembali ke tempat masing-masing setelah menyampaikan seluruh tuntutan mereka.

Aksi tersebut menjadi perhatian masyarakat karena dinilai mencerminkan masih adanya persoalan yang belum terselesaikan antara kelompok tani dan pihak perusahaan perkebunan. Masyarakat berharap adanya langkah konkret dari seluruh pihak terkait agar konflik yang berkepanjangan tidak semakin meluas dan dapat diselesaikan melalui dialog yang adil serta terbuka.

Dedi Sinaga

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kapolres Simalungun Resmikan Jembatan Merah Putih Presisi di Hatonduhan, Wujud Nyata Polri Hadir Bangun Desa dan Jaga Keselamatan Warga

13 Mei 2026 - 15:34 WIB

Kapolsek Koto Gasib Beserta Jajarannya Panen Raya Jagung Pipil Ketahanan Pangan

13 Mei 2026 - 13:47 WIB

Polda Riau Komitmen Perang Lawan Narkoba, 557 Tersangka Diamankan dalam Operasi Antik Lancang Kuning 2026

13 Mei 2026 - 09:43 WIB

Breaking News: Unit Jatanras Polres Simalungun Bekuk Dua Pelaku Pencurian Anak Lembu di Sigagak

12 Mei 2026 - 16:37 WIB

Dipimpin Langsung Kanit Reskrim IPTU Fritsel Sitohang, Polsek Tanah Jawa Gerak Cepat Ungkap Pencurian di Gereja

12 Mei 2026 - 14:07 WIB

PLN UP3 Pematangsiantar Nyalakan Harapan Lewat Program Light Up The Dream, Warga Prasejahtera Nikmati Listrik Gratis dan Bantuan Sembako

12 Mei 2026 - 08:27 WIB

Trending di Berita