Menu

Mode Gelap
How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips 20 Questions You Should Always Ask About Playstation Before Buying It The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Berita · 13 Jan 2026 07:46 WIB ·

Dampingi Menteri Kependudukan Dan Pembangunan Keluarga Republik Indonesia/BKKBN, Bupati Program MBG 3B INVESTASI Jangka Panjang Menuju Indonesia Emas 2045″


 Dampingi Menteri Kependudukan Dan Pembangunan Keluarga Republik Indonesia/BKKBN, Bupati Program MBG 3B INVESTASI Jangka Panjang Menuju Indonesia Emas 2045″ Perbesar

YUTELNEWS.com – Sukabumi ,Bupati Sukabumi H Asep Japar mendampingi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Republik Indonesia/Kepala BKKBN pada kegiatan Temu Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam rangka pendistribusian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B di Kabupaten Sukabumi. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Kabandungan, Senin (12/1/2026).

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI, Wihaji, mengatakan bahwa terdapat beberapa faktor penyebab terjadinya stunting, di antaranya pernikahan dini, pemenuhan asupan gizi yang belum optimal, serta keterbatasan akses air bersih dan sanitasi. Faktor-faktor tersebut sangat berpengaruh terhadap terjadinya stunting.

Menteri Wihaji juga menyoroti masih adanya praktik pernikahan usia dini di Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, pernikahan dini memiliki pengaruh besar terhadap tingginya risiko stunting.

Bupati Sukabumi H Asep Japar mengapresiasi kehadiran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI di tengah masyarakat yang membawa program antisipasi stunting.

“Kehadiran Pak Menteri di Kabupaten Sukabumi menjadi semangat baru dalam upaya pengentasan stunting di Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.

Menurut Bupati, persoalan stunting dan pemenuhan gizi merupakan isu fundamental yang menentukan kualitas sumber daya manusia bangsa di masa mendatang. Program MBG 3B, atau Makan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, baduta (bayi di bawah dua tahun), dan balita, merupakan inisiatif nyata pemerintah pusat di bawah arahan Presiden untuk memastikan pemenuhan asupan gizi yang cukup sejak dini.

Program MBG 3B ini bukan sekadar pemberian bantuan makanan, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Dengan tubuh yang sehat dan tumbuh kembang yang optimal, anak-anak diharapkan dapat lebih fokus belajar dan meraih cita-cita,” ucapnya.

Bupati juga menegaskan bahwa peran para kader TPK sangat penting dalam rantai distribusi dan edukasi Program MBG 3B. Para kader bertugas mendistribusikan bantuan, memberikan edukasi gizi seimbang, serta mendampingi keluarga penerima manfaat secara langsung di lapangan.

Dedikasi para kader memastikan makanan yang diterima benar-benar aman, sehat, dan bergizi seimbang, serta tersalurkan kepada sasaran prioritas, yaitu ibu hamil dan anak-anak yang membutuhkan.

Melalui kegiatan temu kader ini, Bupati mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan, baik di tingkat kabupaten, kecamatan, desa, hingga posyandu. Tantangan di lapangan diharapkan menjadi semangat untuk bekerja lebih optimal.

“Kami optimis, Kabupaten Sukabumi mampu menekan angka stunting secara signifikan dan mewujudkan keluarga-keluarga yang berkualitas.

Sementara itu, Kepala Dinas BKKBN Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang, menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat terus diperkuat dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Dengan kolaborasi yang solid, Kadis optimis pelaksanaan program SPPG di Kabupaten Sukabumi, khususnya di Kecamatan Kabandungan, dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut, terutama para kader yang penuh dedikasi dalam mendampingi keluarga di lapangan.

Dalam kesempatan itu dilakukan Kunjungan keluarga rawan stanting (KRS) dan rutilahu kp cikubang RT 21 RW 09 desa kabandungan dan di lanjutkan kp Kaladi 1 RT 03 RW 05 desa tugu bandung.



Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pungutan Di SMK Negeri 01 Pangkalan Kerinci Dilakukan Dengan Dalil BLUD

8 Agustus 2026 - 18:40 WIB

Kayu Ilegal Diangkut dari SM Kerumutan, 3 Tersangka Dijerat UU Kehutanan

8 Agustus 2026 - 18:38 WIB

Simbol Wujud Kemanusiaan PT Sinergi Integritas Agroindustri Dalam Bentuk Penyaluran Program CSR

7 Agustus 2026 - 18:18 WIB

Giliran Ayah dan Ibu WLG Mencari Keadilan, Minta Bid Propam Polda Sumut Usut Tuntas Kematian Anaknya Karena Awalnya Disebut Kena Serangan Jantung

7 Agustus 2026 - 05:22 WIB

Dukung Ketahanan Pangan Personil Polsek Koto Gasib Menyiapkan Lahan Jagung di Poktan Mekar Sari

6 Agustus 2026 - 13:44 WIB

Klarifikasi Dana Desa Marao Bergulir, Audit Diharapkan Segera Dilakukan

4 Agustus 2026 - 10:36 WIB

Trending di Berita