Pelalalawan – Riau | Tuntasnusantara.com
Ibadah Raya Gereja Kristen Kemah Daud (GKKD) Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Minggu (27/9/2026), membawa pesan rohani yang mendalam melalui thema firman “Beribadahlah Dalam Roh dan Kebenaran.”
Ibadah Raya tersebut diikuti jemaat GKKD. Firman Tuhan dalam ibadah disampaikan oleh Pdm. Duhuato Ndraha, S.Pd.
Thema tersebut mengingatkan setiap orang percaya bahwa ibadah bukan hanya tentang kehadiran di rumah Tuhan, pujian yang keluar dari bibir, maupun rangkaian liturgi yang dijalankan, tetapi tentang hati yang sungguh-sungguh mencari dan menyembah Tuhan.
Dasar firman dalam ibadah tersebut diambil dari Yohanes 4:23-24 (TB):
“Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa Tuhan tidak hanya melihat apa yang tampak dari luar. Tuhan menghendaki penyembahan yang lahir dari hati, dilakukan dengan ketulusan dan kehidupan yang berjalan dalam kebenaran.
Sebab, seseorang dapat hadir dalam ibadah, menyanyikan pujian dan mengucapkan kata-kata tentang Tuhan, namun kehidupan rohaninya tetap membutuhkan pembaruan. Hal inilah yang tergambar dalam Yesaya 29:13 (TB):
“Dan Tuhan telah berfirman: ‘Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan,”
Firman tersebut menjadi teguran sekaligus refleksi bagi umat percaya agar ibadah bukan sekedar rutinitas, melainkan panggilan untuk mendekat kepada Tuhan dengan hati yang sungguh-sungguh.
Kristus Adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup
Dalam kehidupan orang percaya, penyembahan adalah penyerahan diri kepada Yesus Kristus. Yohanes 14:6 (TB) menyatakan:
“Kata Yesus kepadanya: ‘Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”
Firman ini menempatkan Kristus jalan kehidupan. Menyembah dalam kebenaran berarti penyembahan yang lahir dari hati yang menyerahkan diri kepada Tuhan yaitu hati yang tulus, yang dibaharuhi oleh Roh Kudus.
Karena itu, ibadah sejati bukan hanya berlangsung ketika umat berada di dalam gereja. Melainkan tercermin dari kehidupan sehari-hari baik Ibadah melalui perkataan, sikap yang menunjukkan kasih kepada sesama terlebih kesetiaan kepada Tuhan
Ibadah Sejati Adalah Kehidupan yang Dipersembahkan untuk Tuhan.
Pesan tersebut semakin ditegaskan melalui Roma 12:1 (TB):
“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”
Ayat ini membawa umat kepada pemahaman bahwa seluruh kehidupan merupakan bagian dari ibadah. Bukan hanya saat berdoa, menyanyi atau mendengarkan firman, tetapi juga ketika menjalani pekerjaan, membangun keluarga, melayani sesama dan menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Thema “Beribadahlah Dalam Roh dan Kebenaran” akhirnya menjadi sebuah ajakan untuk tidak sekadar menjadi orang yang datang beribadah, tetapi menjadi penyembah yang menghadirkan Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari.
Sebab, ibadah sejati bukan hanya terlihat dari bagaimana seseorang berdiri di hadapan Tuhan, tetapi juga dari bagaimana ia menjalani kehidupannya setelah meninggalkan rumah ibadah.
Menyembah dalam roh berarti datang dengan hati yang sungguh-sungguh. Menyembah dalam kebenaran berarti hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Dan keduanya menjadi panggilan bagi setiap orang percaya untuk menjadikan seluruh hidupnya sebagai persembahan yang berkenan kepada Allah.
Jurnalis : Junius Zalukhu
Editor : Redaksi







