Menu ✖

Mode Gelap

Berita · 4 Des 2025 13:47 WIB ·

Dari Jumlah BTS Yang Mengalami Gangguan Ada Sejumlah 154 Unit Dari Total 3.739 Unit


 Dari Jumlah BTS Yang Mengalami Gangguan Ada Sejumlah 154 Unit Dari Total 3.739 Unit Perbesar

Sumut – Tuntasnusantara.com
Pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memulihkan jaringan komunikasi di wilayah terdampak Provinsi Sumatra Barat (Sumbar). Upaya penanganan darurat dilakukan dengan pendistribusian internet satelit dan perbaikan BTS.

Melalui pengerahan personel di lapangan, jalur komunikasi yang terputus segera terkoneksi kembali. Hal tersebut disampaikan Kepala Balai Monitor Kelas II Padang Kementerian Komdigi, Helmi. Komdigi membantu 32 unit internet satelit Starlink ke wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumbar. Dukungan tersebut untuk memastikan komunikasi yang membantu penanganan darurat terhubung kembali.

Helmi mengatakan, bantuan alat satelit internet ini gratis. Ia menegaskan penggunaan fasilitas ini tidak dipungut biaya, ujarnya pada konferensi pers di Kantor Gubernur, Rabu (3/12).

Di samping penyediaan alat tersebut, Komdigi juga memperbaiki BTS atau base transceiver station yang rusak akibat banjir dan longsor.

Dari dasbor sistem informasi pemantauan, Helmi mengatakan kerusakan BTS sekitar 4% dari total BTS di Sumbar. Data per 3 Desember 2025, total jumlah BTS yang mengalami gangguan sejumlah 154 unit dari total 3.739 unit.

Dari total gangguan BTS, selain 124 unit akibat gangguan pasokan listrik. Namun petugas Balai Monitoring telah mengerahkan genset untuk menopang layanan. Sebanyak 29 BTS mengalami gangguan transmisi akibat koneksi fiber optik atau radio link putusnya, sedangkan 1 BTS mengalami kerusakan fisik akibat terbawa arus banjir.

Berikut ini sebaran BTS yang terdampak di Sumbar, meliputi Kabupaten Agam 45 BTS, Pasaman 37 BTS, Padang Pariaman 18 BTS, Solok 14 BTS, Kota Padang 12 BTS, Kota Solok 5 BTS, Pasaman Barat 5 BTS, Pariaman 3 BTS, Tanah Datar 2 BTS dan Pesisir Selatan, Sijunjung, dan daerah lainnya: masing-masing 1 BTS.

Upaya percepatan perbaikan jalur komunikasi dilakukan bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfotik) Provinsi Sumbar. Kepala Diskominfotik Sumbar Rudi Rinaldi menyampaikan, pihaknya telah berkomunikasi dengan BPBD di kabupaten/kota terdampak untuk pendistribusiannya.

Starlink dapat berfungsi sepanjang tidak ada tutupan atau hambatan untuk penerimaan sinyal satelit. Selain itu, adanya dukungan jaringan listrik maupun aliran listrik dari genset. Cakupan sinyal internet alat ini mencapai jarak 500 meter hingga 1 km, dan dapat digunakan 60 pengguna secara bersamaan.

Selain itu, Balai Monitor juga mengoperasikan repeater kebencanaan di puncak Gunung Singgalang yang mampu menjangkau 9 hingga 10 kabupaten dan kota di Sumbar. Repeater ini dapat digunakan dengan perangkat radio komunikasi, dan telah dimanfaatkan oleh BPBD, PPTD, Orari dan RAPI.

#InfoBencanaBNPB #BansorSumatra

(Red)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Atmosfir Kejaksaan RI dan Kualitas Supremasi Hukum & Keadilan Indonesia Raya

25 September 2026 - 21:52 WIB

Ketua Umum FORWAKUM TIPIKOR Mulai Soroti Disdik Batu Bara, Diduga Jadi Objek Bisnis Meraup Keuntungan

25 September 2026 - 14:54 WIB

DPRD Pelalawan dan Pemkab Sepakati KUA-PPAS Perubahan APBD 2026

25 September 2026 - 14:44 WIB

DIDUGA Jajaran Oknum Polda Sumut dan TNI Terimah Setoran Dari Judi Tembak Ikan Milik CICI

25 September 2026 - 14:13 WIB

Heboh Bansos Bapanas Salah Sasaran di Pelalawan, DPRD Turun Tangan

25 September 2026 - 06:01 WIB

Warga Minta Jenderal Kapolri dan Jenderal TNI Minta Turun Langsung Berantas Judi Merek GBM 99 Di Seputaran Wilayah Hukum Polres Pelabuhan Belawan

24 September 2026 - 23:32 WIB

Trending di Berita