Menu

Mode Gelap
How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips 20 Questions You Should Always Ask About Playstation Before Buying It The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Berita · 17 Sep 2026 11:24 WIB ·

Dinsos Pelalawan: Desa Jangan Tunggu, Segera Benahi Data DTSEN Yang Salah


 Dinsos Pelalawan: Desa Jangan Tunggu, Segera Benahi Data DTSEN Yang Salah Perbesar

Pelalalawan – Riau | Tuntasnusantara.com
Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pelalawan memberikan klarifikasi terkait sorotan publik soal dugaan salah sasaran penyaluran bantuan sosial (bansos) beras Badan Pangan Nasional (Bapanas) 30 Kg di wilayah Pangkalan Kerinci dan Pangkalan Kuras.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pelalawan, Erwin Romel menjelaskan, pembagian beras tersebut merupakan kebijakan pemerintah pusat yang diperuntukkan bagi masyarakat desil 1-4 yang diambil dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Ia mengakui bahwa data di DTSEN saat ini masih belum sempurna dan terus dilakukan perbaikan.

“Data di DTSEN masih belum sempurna dan selalu ada perbaikan. DTSEN selalu bersifat dinamis tergantung perubahan tingkat ekonomi masyarakat. Ini memang jadi masalah nasional terkait desil yang tidak sesuai,” ujar Erwin Romel, kepada wartawan, Kamis (17/09/2026).

Menanggapi pertanyaan soal penyebab utama salah sasaran, Erwin menyebut persoalan berada pada pemadanan data di pusat yang masih dalam proses pengembangan, bukan pada input desa.

Terkait validasi faktual door-to-door tahun 2026, pihaknya masih menunggu hasil data sensus ekonomi dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang nantinya akan dipadankan langsung dengan DTSEN.

“Pembagian beras juga terbatas, sehingga tidak semua masyarakat yang ada di desil 1-4 mendapatkan bantuan,” jelasnya.

Ewin menegaskan, untuk penyaluran Bapanas saat ini sudah langsung ditangani pihak desa dan tidak lagi melalui Dinsos. Menurutnya, pihak desa/kelurahan memiliki wewenang untuk tidak menyalurkan bantuan apabila penerima dinilai sudah mampu.

“Setahu kami pihak desa kelurahan punya wewenang tidak menyalurkan bagi masyarakat yang sudah mampu,” tegasnya.

Sebagai solusi agar bansos tahap selanjutnya lebih tepat sasaran, Dinsos Pelalawan tengah melakukan sosialisasi ke kecamatan untuk memberikan penjelasan tentang proses perubahan data kepada operator SIKS-NG di setiap desa/kelurahan, sambil menunggu hasil sensus BPS.

“Kami menghimbau desa/kelurahan bisa mengupdate data warganya yang anomali atau yang tidak sesuai agar bansos selanjutnya lebih tepat sasaran,” imbaunya.

Untuk perbaikan DTSEN sendiri, Erwin menjelaskan perbaikan bisa dilakukan kapan saja, sementara hasilnya akan terbit per 3 bulan sekali melalui Surat Keputusan (SK) triwulanan, yakni pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober. Untuk triwulan ke-4 akan terbit SK pada Oktober nanti.

” Kami siap melakukan perubahan perubahan utk perbaikan, dan kami berharap masukan masukan dari semua pihak agar DTSEN menjadi lebih tepat dan baik,” tutupnya.

Sebelumnya, penyaluran bansos beras Bapanas di Pelalawan disorot karena diduga sejumlah warga desil 6 menerima bantuan, sementara warga kurang mampu tidak kebagian.

Pihak Dinsos mengapresiasi peran media dan masyarakat sebagai pemerhati masalah sosial di Kabupaten Pelalawan.

Jurnalis : Tim
Sumber: PW FRN

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tragedi Hilangnya Beras Bantuan Didesa Mekar Baru Diduga Terindikasi Konspirasi Minta APH Lebih Koperatif Mencari Pelakunya Dan Usut Tuntas

17 September 2026 - 15:42 WIB

Mayor Inf Elifati Zebua membacakan amanat Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa,Pangdam I/BB Tekankan Kesiapsiagaan dan Bijak Bermedia Sosial

17 September 2026 - 11:57 WIB

Penyaluran Bansos Bapanas di Pangkalan Kerinci dan Pangkalan Kuras Diduga Tidak Tepat Sasaran

16 September 2026 - 19:22 WIB

Sekelompok Orang Yang Tak di kenal Datang di Sebuah Kampung dan Merusak Sebuah Rumah

16 September 2026 - 16:24 WIB

LBH Lugas Patriot Indonesia: Dua Tahun Mengawal Keadilan, Nama Semakin Mengakar di Tengah Masyarakat

16 September 2026 - 14:46 WIB

Gemak Siap Aksi Ke Bapenda Medan “Jangan Ping-Pong Rakyat Buka Data Pajak

15 September 2026 - 20:23 WIB

Trending di Berita