Gunungsitoli – Tuntasnusantara.com
Minggu, 17 November 2025 Puluhan warga datangi rumah Kepala Dusun 1 untuk menyampaikan informasi bahwa jalan mereka sudah diblokir dengan bertulisan melarang warga melewati jalan dimaksud.
Setelah mereka ramai ramai kerumah Kepala Dusun 1 an. Imansius Telaumbanua alias Ama Aldo Telaumbanua, beliau langsung menanggapi dan segera berkoordinasi dengan Pj. Kepala Desa Sonitehe Harefa dan juga Kepala Dusun 1 Desa Hilinaa an. Ama Ronal Zebua.
” Kami koordinasi dengan pemerintah Desa Hilinaa karna korban dampak diblokir jalan itu adalah warga saya tetapi jalan yang diblokir bukan wilayah Dusun 1 Lolowonu Nikootano tapi Dusun 1 Desa Hilinaa ” Imbuhnya
Pemantau wartawan saat di tempat kejadian, terdapat sejumlah batu batu besar dan spanduk bertuliskan pelarangan bagi warga untuk melewati, dan dari keterangan warga bahwa jalan ini sering diblokir dan menakuti warga untuk tidak melewati dengan alasan tidak ada hibah, bahkan pinggiran jalan itu sudah digali oknum pengawai Lapas itu Fitalis Dian Zebua alias Ama Fitri Zebua dan Kesan Ria Telaumbanua alias Ina Fitri Zebua (kedua suami istri pengawai Lapas Kelas B Hilinaa)
Saat diminta keterangan dari Kadus 1 Desa Hilinaa menyampaikan bahwa perkiraan jalan ini sudah dibangun sejak 2002 yang dananya berasal dari PNPM Mandiri dan kemudian beberapa kali di bangun oleh pemerintah kota melalui dana DAK. Besok kami akan ke bagian Aset Pemkot untuk memastikan hibahnya karena tidak mungkin pemerintah membangun sarana dan prasarana jalan kalau tidak ada hibah dan pembangunan jalan ini ada sebelum kami jadi perangkat desa.
Banyak warga berteriak agar blokir jalan itu segera dibuka ” Anak anak kami kesekolah melewati jalan itu, dan jalan itu sebagai salah satu akses perekonomian kami, dan ini sudah sering oknum pengawai lapas ini berulah blokir jalan ini dengan alasan belum dihibahkan tanah jalan itu” ucap salah satu warga yang hadir saat itu
” Sebagai warga saya merasa prihatin atas perbuatan oknum kedua pengawai Lapas ini, tidak memberi contoh yang baik, malah memaki maki warga, menuduh nuduh warga yang bukan bukan, kami minta Kalapas segera beri teguran keras kalau bisa dipindah tugaskan keluar daerah agar tidak merusak nama baik Lapas terus menerus, karna perbuatan Ama Fitri Zebua sudah sangat sering berulah di wilayah desanya dan tetangga desanya” tegas seorang ibu yang sambil menagis saat diwawancarai.
Setelah Polres Nias turut hadir dan berupaya keras mendampingi warga , maka kedua suami istri oknum pengawai lapas itu membuka blokir jalan itu di bantu oleh warga dan segera dicari solusi untuk memastikan hibah tanah jalan dimaksud.
(Red/Edi)







