Menu ✖

Mode Gelap

Berita · 6 Nov 2025 14:19 WIB ·

Fenomena Ikan Mati di Sungai Kampar Masyarakat Minta Perhatian Presiden Prabowo Subianto Untuk Mengutus Tim Penyelidikan


 Fenomena Ikan Mati di Sungai Kampar Masyarakat Minta Perhatian Presiden Prabowo Subianto Untuk Mengutus Tim Penyelidikan Perbesar

Pelalawan – Tuntasnusantara.com
Fenomena matinya ratusan ikan dan munculnya ribuan ikan mabuk di sepanjang aliran Sungai Kampar, mulai dari Desa Sering hingga Kelurahan Pelalawan, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Riau kembali menjadi sorotan masyarakat. Peristiwa ini disebut sudah berulang setiap tahun, namun hingga kini penyebab pastinya belum pernah diungkap secara jelas oleh pihak terkait.

Warga yang bermukim di pinggiran Sungai Kampar merasa khawatir, sebab sebagian besar dari mereka masih bergantung pada air sungai tersebut untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk konsumsi rumah tangga dan kegiatan nelayan tradisional.

“Kami meminta Presiden Prabowo-Gibran dapat menjadikan Sungai Kampar sebagai perhatian khusus dalam penyelamatan lingkungan. Kerusakan Sungai Kampar semakin parah, dan diduga pencemaran dari limbah perusahaan sudah banyak mencemari sungai,” ujar Rorin Ardiansyah, salah seorang aktivis Kabupaten Pelalawan, Kamis (6/11/2025).

Menurutnya, jika persoalan ini tidak segera ditangani serius oleh pemerintah pusat, maka bukan hanya ekosistem sungai yang rusak, tetapi juga kehidupan ekonomi masyarakat pesisir Kampar yang bergantung pada hasil perikanan tradisional akan ikut terancam.

Sementara itu, Naldi, warga Kelurahan Pelalawan, menceritakan bahwa dalam dua hari terakhir, warga menemukan banyak ikan mabuk dan mati mengapung di sungai. Fenomena tersebut memicu warga berbondong-bondong turun ke sungai untuk menangkap ikan yang masih hidup.

“Ya, banyak ikan mabuk seperti ikan baung, patin, udang, dan jenis lainnya. Banyak warga turun ke sungai untuk mengambilnya,” ungkap Naldi.

Namun, di balik aktivitas tersebut, warga juga menyimpan kekhawatiran akan tingkat pencemaran air Sungai Kampar. Mereka takut ikan-ikan yang mati dan mabuk itu merupakan dampak dari limbah yang mencemari air sungai.

“Sungai Kampar ini tempat masyarakat mencari penghidupan dan sumber air untuk konsumsi. Kalau sudah tercemar, kami takut menggunakannya,” tambah Naldi.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama pemerintah pusat dapat melakukan penyelidikan mendalam terhadap penyebab berulangnya fenomena ikan mati di Sungai Kampar, serta menetapkan langkah nyata untuk memulihkan kualitas lingkungan di kawasan tersebut.

“Kami berharap pemerintah benar-benar hadir. Jangan sampai kejadian seperti ini terus berulang tanpa ada solusi. Kami bermohon agar Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran memperhatikan nasib masyarakat pinggiran Sungai Kampar,” pungkas Rorin.

Tim

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Warga Resah ! Peredaran Sabu Yang di Duga di Kendalikan Oleh AHY Cs Picu Serta Maling di Siang Hari di Desa Kelapa Sebatang, Polsek Kualuh Leidong: Akan Kita Berantas

29 September 2026 - 20:19 WIB

Warga Minta AKBP R. Bimo Mundur Kapolres Binjai DIDUGA Tak Mampu Berantas Judi

29 September 2026 - 14:59 WIB

Perkuat Sinergitas, Kapolsek Cerenti Gelar Coffee Morning dan Silaturahmi Bersama Insan Pers

29 September 2026 - 14:01 WIB

Calo Imigrasi Belawan Di duga Terjadi Praktik Pungli Terindikasi Libatkan “Orang Dalam” dan Berlangsung Sistematis

29 September 2026 - 11:47 WIB

DI Duga Pungli Sistematis Libatkan Oknum Internal dan Jaringan Calo,Aroma Kantor Imigrasi Belawan Mulai Tercium

28 September 2026 - 20:27 WIB

Menata Ormas di Kota Padang: Kepastian Hukum dan Pembinaan Jadi Kunci Oleh: Marinus Zega, SH

28 September 2026 - 15:20 WIB

Trending di Berita