Menu

Mode Gelap
How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips 20 Questions You Should Always Ask About Playstation Before Buying It The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Berita · 3 Des 2025 06:20 WIB ·

Gubernur Sumut Bobby Nasution Minta Warga Tidak Disalahkan Soal Penjarahan: Logistik Minim dan Akses Terputus


 Gubernur Sumut Bobby Nasution Minta Warga Tidak Disalahkan Soal Penjarahan: Logistik Minim dan Akses Terputus Perbesar

SibolgaTuntasnusantara.com
Banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera Utara memutus akses transportasi dan membuat distribusi bantuan tidak dapat berjalan normal.Selasa 2/12/2025

Kondisi ini memicu aksi warga di Tapanuli Tengah dan Sibolga yang terekam dalam video viral saat mengambil bahan makanan dari minimarket yang sudah kosong karena darurat.

Pemerintah daerah menjelaskan bahwa situasi tersebut terjadi akibat suplai logistik tidak bisa masuk selama beberapa hari.

Sejumlah kawasan di Tapanuli Tengah masih terisolasi karena jalur darat tertutup material longsor.

Pemprov Sumut menyebut distribusi makanan, air bersih, dan kebutuhan pokok tersendat sehingga warga menunggu terlalu lama tanpa pasokan.

Gubernur Sumut Bobby Nasution menegaskan bahwa tindakan warga tidak dapat dipandang sebagai kriminal murni, karena banyak keluarga bertahan tanpa makanan dalam keadaan darurat.

Distribusi bantuan kini diprioritaskan melalui jalur udara untuk wilayah yang tidak dapat diakses kendaraan.

Sementara itu, jalur darat tetap digunakan untuk daerah yang masih bisa dilalui, meski hanya kendaraan kecil yang mampu masuk.

Wakil Gubernur Surya menyampaikan bahwa logistik sebenarnya tersedia, namun kendalanya adalah rute menuju titik terdampak yang belum terbuka sehingga beberapa pengiriman harus dialihkan melalui jalur Subulussalam di Aceh.

Kepala BNPB Suharyanto menegaskan bahwa warga yang mengambil makanan tidak melakukan penjarahan dengan niat merusak.

Ia menyebut tindakan tersebut sebagai respons bertahan hidup karena mereka hanya mengambil kebutuhan dasar.

Hingga kini, Tapanuli Tengah dan Sibolga masih menjadi titik terparah dengan jalanan yang belum bisa dibersihkan sepenuhnya sehingga membuka akses menjadi prioritas utama agar distribusi bantuan kembali lancar.

(Red)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polda Sumut Sikat 23 Kasus Narkoba dalam Sehari, 26 Tersangka dan Puluhan Gram Sabu Diamankan

14 Mei 2026 - 21:17 WIB

Diduga Ada Rekayasa Ganti Rugi, Penasehat Hukum Warga Kiab Jaya Protes Keras Tindakan Sepihak PT Kinabalu Perkasa

14 Mei 2026 - 11:17 WIB

Desakan Pemecatan Kades Ujungbatu IV Menguat, Warga Mengaku Sudah 8 Bulan Menunggu Sikap Bupati Padanglawas

13 Mei 2026 - 20:45 WIB

Ratusan Massa Kelompok Tani Tunas Malela Kepung PT Sipef, Jalan PKS Sempat Diblokade

13 Mei 2026 - 17:38 WIB

Kapolres Simalungun Resmikan Jembatan Merah Putih Presisi di Hatonduhan, Wujud Nyata Polri Hadir Bangun Desa dan Jaga Keselamatan Warga

13 Mei 2026 - 15:34 WIB

Kapolsek Koto Gasib Beserta Jajarannya Panen Raya Jagung Pipil Ketahanan Pangan

13 Mei 2026 - 13:47 WIB

Trending di Berita