Menu

Mode Gelap
How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips 20 Questions You Should Always Ask About Playstation Before Buying It The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Berita · 24 Des 2025 17:37 WIB ·

Kematian Ikan di Sungai Kampar, DLH Pelalawan Temukan Indikasi Pelanggaran dan Pengaruh Kondisi Alam


 Kematian Ikan di Sungai Kampar, DLH Pelalawan Temukan Indikasi Pelanggaran dan Pengaruh Kondisi Alam Perbesar

Pelalawan – Tuntasnusantara.com Sebagai tindak lanjut atas kejadian ikan mati di Sungai Kampar, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pelalawan menggelar press release di hadapan sejumlah awak media di kantornya, Rabu (24/12/2025).

Kepala DLH Pelalawan, Eko Novitra ST MSi, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan verifikasi lapangan serta uji kualitas air secara menyeluruh di wilayah Desa Sering, Kecamatan Pelalawan. Verifikasi dilakukan oleh petugas Pengawas Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) dengan menyusuri aliran Sungai Kampar.

“Pada saat pemeriksaan, Sungai Kampar berada dalam kondisi surut di bawah normal. Dengan kondisi tersebut, alat pemantauan kualitas air tidak dapat beroperasi secara optimal,” ujar Eko.

DLH Pelalawan kemudian melakukan pengambilan dan pengujian sampel kualitas air di sejumlah titik strategis, antara lain outfall kanal PT Adei, outfall Sungai Seingkulim, Sungai Kampar bagian hulu, outfall PT APR dan PT RAPP, kanal PT IIS dan drainase PT RAPP, Sungai Kampar bagian hilir Desa Sering, serta air limbah outlet effluent PT RAPP dan PT APR.

“Pengambilan sampel dilakukan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 15 Tahun 2014,” jelasnya.

Eko menyebutkan, kondisi surutnya Sungai Kampar secara alamiah berpotensi menurunkan kadar oksigen terlarut di perairan sehingga dapat mengganggu kehidupan biota air, termasuk menyebabkan kematian ikan. Selain itu, akumulasi berbagai aktivitas di sepanjang aliran sungai, seperti kegiatan industri dan perkebunan, serta pengaruh pasang surut Sungai Kampar turut mempengaruhi konsentrasi parameter pencemar di perairan.

Dari hasil verifikasi lapangan, DLH Pelalawan menemukan adanya ketidaksesuaian pada kanal pembuangan air limbah (effluent) milik PT RAPP dan PT APR yang menyebabkan bercampurnya aliran air dari kedua kanal tersebut. Selain itu, ditemukan pula aktivitas yang belum memiliki dokumen lingkungan, termasuk limbah dari kegiatan penumbangan kayu berwarna hitam pekat yang dibuang langsung ke sungai.

Pelanggaran lain yang ditemukan adalah adanya limpasan steam trap pada drainase pabrik yang berasal dari pipa boiler PT RAPP yang dibuang langsung ke lingkungan tanpa melalui pengolahan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) terlebih dahulu. Air limpasan tersebut mengalir ke kanal PT Inti Indosawit Subur (IIS) Kebun Buatan dan bermuara ke Sungai Kampar.

“Kami menemukan indikasi pelanggaran dan ketidaksesuaian oleh pelaku usaha dan kegiatan di lapangan yang berpotensi berkontribusi terhadap penurunan daya dukung dan daya tampung Sungai Kampar,” tegas Eko.

DLH Pelalawan menegaskan bahwa Sungai Kampar merupakan sungai lintas provinsi, sehingga kewenangan pengelolaan dan penegakan hukum berada pada Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH. Seluruh hasil verifikasi dan temuan lapangan tersebut telah disampaikan kepada instansi yang berwenang.

“Kami akan terus melakukan pengawasan serta koordinasi lanjutan,” tambahnya.

Eko juga mengimbau seluruh pelaku usaha dan masyarakat agar mematuhi ketentuan yang berlaku serta tidak melakukan aktivitas yang dapat memperburuk kualitas Sungai Kampar.

Editor: JZ/Red

Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sholat IED di Lapangan Mini Soccer Pangkalan Kerinci di Hadiri Bupati dan Wakil Bupati Pelalawan

23 Maret 2026 - 07:19 WIB

Pelayanan PKH Tercoreng: Lansia di Kerinci Timur Dapat Perlakuan Tak Berempati

19 Maret 2026 - 16:16 WIB

Ketua DPRD Indragiri Hulu Saptu P. Sunarat Beri Santunan Anak Yatim, Kaum Duafa dan Bantuan Keramik untuk Pembangunan Pesantren di Desa Pasir Kelampaian

18 Maret 2026 - 11:00 WIB

Buka Puasa Bersama Wartawan, Bupati Zukri Ajak Pers Bersinergi Bangun Pelalawan

17 Maret 2026 - 06:45 WIB

SekataNews Edukasi Literasi Media dan Citizen Journalism, Aktivis Pelalawan Antusias Perangi Hoaks

17 Maret 2026 - 01:00 WIB

Tragedi Kolam Renang Bahagia: Dua Siswi SD Tenggelam, LSM PAKAR Minta Operasional Ditutup Sementara”

16 Maret 2026 - 19:44 WIB

Trending di Berita