Menu

Mode Gelap

Berita · 27 Feb 2026 08:02 WIB ·

Menyambut Bulan Suci Ramadhan Bupati Zukri Hadiri Rangkaian Tradisi Belimau Sultan di Pelalawan


 Menyambut Bulan Suci Ramadhan Bupati Zukri Hadiri Rangkaian Tradisi Belimau Sultan di Pelalawan Perbesar

PelalawanTuntasnusantara.com
Bupati Pelalawan H. Zukri, SM., MM menghadiri rangkaian prosesi adat Belimau Sultan dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Minggu, (15/2/2026).

Prosesi ini dilaksanakan bersama Sultan Pelalawan X Assayyidis Syarif Kamaruddin Haroen Tengku Besar Pelalawan dan dihadiri Anggota DPD RI Abdul Hamid, unsur Forkopimda Kabupaten Pelalawan, sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pelalawan, Lembaga Adat Melayu Riau, tokoh adat, serta tokoh masyarakat.

Kegiatan adat yang menjadi tradisi turun-temurun masyarakat Pelalawan tersebut dipusatkan di Istana Sayap Pelalawan, kemudian dilanjutkan dengan arak-arakan menuju Tepian Sungai Kampar, tepatnya di anjungan yang telah disiapkan di wilayah Kelurahan Pelalawan, Kecamatan Pelalawa, yakni kawasan yang memiliki nilai historis sebagai pusat Kerajaan Pelalawan.

Kehadiran Bupati Zukri dalam prosesi ini merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Pelalawan terhadap pelestarian adat dan budaya Melayu yang sarat nilai religius, khususnya dalam menyambut bulan suci Ramadan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah ke Makam Sultan Kerajaan Pelalawan yang dilaksanakan pada pagi hari, dilanjutkan dengan makan beradat di Ruang Tamu Istana Sayap Pelalawan, sebelum kemudian mengikuti puncak prosesi adat Mandi Belimau Sultan di tepian Sungai Kampar.

Bupati Zukri menyampaikan bahwa tradisi Belimau Sultan bukan sekadar seremoni budaya, melainkan memiliki makna spiritual sebagai sarana penyucian diri lahir dan batin menjelang Ramadan.

“Melalui prosesi ini kita diingatkan untuk membersihkan diri, mempererat silaturahmi, serta mempersiapkan diri agar dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih khusyuk.” ujarnya.

Bupati juga berharap tradisi adat seperti Belimau Sultan terus dilestarikan sebagai warisan budaya yang memperkuat identitas daerah sekaligus memperkokoh nilai keagamaan di tengah masyarakat.

Prosesi berlangsung khidmat dan penuh antusiasme masyarakat yang turut menyaksikan jalannya rangkaian adat hingga selesai dilaksanakan.

Otilia Zebua

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kabid PSD Disdikbud Aceh Timur Diduga Blokir Wartawan, Transparansi Program Revitalisasi Dipertanyakan

23 September 2026 - 18:44 WIB

10 Desa Desak Evaluasi Inspektorat Nias Selatan, Kepastian Pengaduan Dipertanyakan

23 September 2026 - 18:36 WIB

MIRIS! Koordinator MBG Pelalawan Sulit Ditemui dan Angkat Telepon, dan Korcam Pangkalan Kuras Diduga Alergi Blokir Nomor Satgas Wasmas PKN

23 September 2026 - 11:01 WIB

Hutang obligasi BLBI diselesaikan dalam 2 tahun pertama Pemerintahan Presiden Prabowo

22 September 2026 - 20:49 WIB

Polsek Koto Gasib Dukung Ketahanan Pangan Dengan Melakukan Pemupukan Jagung Pipil Di Lahan Poktan Mekar Sari

22 September 2026 - 19:24 WIB

Dinilai Tidak Takut Permintaan klarifikasi Dinas PMD Nias Utara,Pengurus BUMDES Mangkir Pertanggungjawabkan Dana Rp 94 Juta Rupiah.

21 September 2026 - 20:37 WIB

Trending di Berita