Menu

Mode Gelap
How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips 20 Questions You Should Always Ask About Playstation Before Buying It The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Berita · 12 Nov 2025 13:54 WIB ·

Ratusan Warga Kepung PTUN Pekanbaru: Rakyat Bangkit Lawan Mafia Tanah dan Mafia Hukum!


 Ratusan Warga Kepung PTUN Pekanbaru: Rakyat Bangkit Lawan Mafia Tanah dan Mafia Hukum! Perbesar

Pekanbaru – Tuntasnusantara.com
Suasana di depan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Pekanbaru, berubah menjadi lautan perlawanan rakyat. Ratusan warga dari berbagai elemen masyarakat turun ke jalan, menggelar aksi damai menuntut keadilan dan menolak keras praktik mafia tanah serta dugaan permainan hukum yang kian mencengkeram Riau. Rabu (12/11/2025).

Sejak pagi, massa mulai memadati halaman PTUN. Spanduk-spanduk besar bertuliskan “Rakyat Lawan Mafia Tanah!” dan “Hukum Jangan Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas!” berkibar di tengah terik matahari, menjadi simbol kemarahan rakyat terhadap sistem hukum yang dianggap tidak lagi berpihak pada keadilan.

Dalam orasi penuh semangat, salah satu perwakilan massa berseru lantang,

“Kami datang bukan untuk anarki, tapi untuk menuntut keadilan! Tanah rakyat dirampas, hukum dipermainkan, dan yang benar dikalahkan. Ini kejahatan hukum yang harus dihentikan sekarang juga!”

Teriakan itu disambut gemuruh sorakan dari ratusan peserta aksi yang terus menggelora, menandakan kekecewaan mendalam terhadap penegakan hukum yang dinilai timpang dan memihak kepentingan tertentu.

Para demonstran mendesak lembaga peradilan, termasuk PTUN Pekanbaru, agar bersikap jujur, transparan, dan berani menindak tegas oknum yang diduga terlibat dalam jaringan mafia tanah. Mereka menegaskan bahwa hukum seharusnya menjadi benteng rakyat, bukan alat pembungkam kebenaran.

Meski aksi berlangsung di bawah penjagaan ketat aparat kepolisian, semangat massa tak surut sedikit pun. Satu per satu orator naik ke mobil komando, menggemakan pesan perlawanan: keadilan tidak boleh dibeli, dan negara harus berdiri di sisi rakyat.

“Kami tidak minta belas kasihan, kami menuntut keadilan! Negara harus hadir melindungi rakyat, bukan melindungi mafia!” teriak salah satu peserta aksi dengan suara bergetar namun penuh tekad.

Aksi damai ini menjadi sinyal keras bagi para pelaku mafia tanah dan mafia hukum di Riau, bahwa rakyat kini tidak lagi diam. Mereka bersumpah akan terus berjuang hingga keadilan benar-benar ditegakkan dan para pelaku kejahatan hukum diadili tanpa pandang bulu. (JZ/Red)

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sholat IED di Lapangan Mini Soccer Pangkalan Kerinci di Hadiri Bupati dan Wakil Bupati Pelalawan

23 Maret 2026 - 07:19 WIB

Pelayanan PKH Tercoreng: Lansia di Kerinci Timur Dapat Perlakuan Tak Berempati

19 Maret 2026 - 16:16 WIB

Ketua DPRD Indragiri Hulu Saptu P. Sunarat Beri Santunan Anak Yatim, Kaum Duafa dan Bantuan Keramik untuk Pembangunan Pesantren di Desa Pasir Kelampaian

18 Maret 2026 - 11:00 WIB

Buka Puasa Bersama Wartawan, Bupati Zukri Ajak Pers Bersinergi Bangun Pelalawan

17 Maret 2026 - 06:45 WIB

SekataNews Edukasi Literasi Media dan Citizen Journalism, Aktivis Pelalawan Antusias Perangi Hoaks

17 Maret 2026 - 01:00 WIB

Tragedi Kolam Renang Bahagia: Dua Siswi SD Tenggelam, LSM PAKAR Minta Operasional Ditutup Sementara”

16 Maret 2026 - 19:44 WIB

Trending di Berita