Labuhanbatu Selatan– Yutelnews.com Skandal dugaan korupsi proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kampung Rakyat menjadi pertanyaan publik. Di tengah kondisi proyek yang mangkrak dan tak berfungsi sejak tahun 2015, muncul temuan mencurigakan mengenai anggaran dana Rp 200 juta untuk Pemeliharaan Perpipaan SPAM IKK pada tahun anggaran 2025. Selasa (09/12/2025)
Masyarakat Kampung Rakyat tegas mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun tangan mengusut tuntas aroma proyek fiktif yang diduga kuat telah merugikan keuangan negara hingga puluhan miliar rupiah.
Kecurigaan ini berawal dari konfirmasi kepada salah satu staf Dinas Pekerjaan Umum (PU), Bapak Dirma, di ruang kerjanya. Bapak Dirma membenarkan bahwa anggaran pemeliharaan senilai hampir Rp 200 juta untuk perbaikan pipa telah dialokasikan dan dinyatakan telah terealisasi.
Namun, pengakuan ini justru menjadi bumerang. Ketika didesak untuk menunjukkan bukti fisik pekerjaan pemeliharaan di lapangan, Bapak Dirma memilih berkelit dan melempar tanggung jawab.
“Benar, memang ada anggaran untuk pemeliharaan SPAM IKK Kecamatan Kampung Rakyat yang anggarannya hampir mencapai Rp 200 juta untuk perbaikan pipa dan sudah terealisasi. Tapi kalau terkait itu orang lapangan yang mengetahui,” ujar Bapak Dirma, tanpa mampu memberikan detail lokasi pemeliharaan yang dimaksud.
Pernyataan “sudah terealisasi” oleh Dinas PU bertolak belakang 180 derajat dengan fakta pahit di lapangan. Sejak dibangun pada tahun 2015, SPAM IKK tersebut tidak pernah sekalipun berfungsi alias mati suri, Proyek Mangkrak dan jelas Pada tahun 2025 bangunan SPAM itu jelas-jelas tidak digunakan.
Kerusakan Parah Pipa-pipa kecil dan meteran air yang sempat dipasang di rumah warga kini sudah hancur, berkarat, dan hampir tak bersisa karena tidak pernah dialiri air.
Pertanyaan nya Jika bangunan mangkrak total dan pipa-pipa telah rusak parah, pemeliharaan jenis apa yang menghabiskan anggaran Rp 200 juta? Ini jelas mengarah pada dugaan kuat pemeliharaan fiktif yang hanya ada di atas kertas administrasi.
Penderitaan masyarakat ini telah berlangsung lama. Proyek SPAM IKK Kampung Rakyat disebut telah menelan anggaran puluhan miliar rupiah melalui berbagai kali penganggaran, mulai dari tahap pembangunan hingga upaya perluasan pipa.
Proyek monumental ini bahkan telah melewati dua periode kepemimpinan bupati, dari masa Pak Wildan hingga Pak Edimin, tanpa pernah memberikan setetes pun manfaat air bersih bagi warga.
Masyarakat mendesak APH untuk segera melakukan penyidikan mendalam pro justitia terhadap seluruh rangkaian proyek mangkrak ini, khususnya untuk membongkar dugaan tindak pidana korupsi dalam pencairan anggaran pemeliharaan yang terindikasi kuat sebagai proyek siluman tahun 2025.
Anshori Pohan







