Nias Selatan – Tuntasnusantara.com
Dugaan anggaran fiktif mencuat dalam pengelolaan Dana Desa di Desa Marao, Kecamatan Ulunoyo, Kabupaten Nias Selatan, setelah proyek pengerasan jalan tahun anggaran 2025 disebut belum dilaksanakan meski anggaran kegiatan dilaporkan telah terealisasi sebesar Rp118.226.200.
Berdasarkan hasil penelusuran awak media di lapangan, hingga saat ini tidak ditemukan adanya aktivitas maupun hasil pekerjaan fisik pengerasan jalan sebagaimana program pembangunan yang tercantum dalam penggunaan Dana Desa Tahun 2025.
Kondisi tersebut memunculkan dugaan ketidaksesuaian antara laporan realisasi anggaran dengan fakta di lapangan.
Saat dikonfirmasi terkait belum terlaksananya proyek tersebut, Kepala Desa Marao, Kasinudi Ndruru, belum memberikan penjelasan rinci mengenai alasan pekerjaan belum dilakukan meski anggaran disebut telah terealisasi.
“Yang penting kita lanjutkan bulan Juni 2026, kalau itu pun bisa dilanjutkan tahun depan,” ujar Kasinudin Ndruru kepada awak media.
Pernyataan itu memicu perhatian masyarakat karena kegiatan yang dianggarkan pada tahun 2025 justru disebut akan dilanjutkan pada tahun berikutnya.
Ketua RT setempat, SZ, juga membenarkan bahwa hingga saat ini belum ada pengerjaan fisik pengerasan jalan di Desa Marao sepanjang tahun 2025.
“Ya, belum ada pengerasan jalan yang dilakukan tahun 2025. Alasan Kepala Desa anggaran baru separuh yang diterima,” jelasnya. Minggu (24/5/2026).
Meski demikian, masyarakat mempertanyakan mengapa anggaran kegiatan telah dilaporkan terealisasi sementara pekerjaan fisik belum terlihat di lapangan.
Warga berharap aparat penegak hukum (APH), Inspektorat, serta pemerintah daerah segera turun melakukan pemeriksaan terhadap dugaan anggaran fiktif tersebut agar penggunaan Dana Desa dapat berjalan transparan dan sesuai aturan.
Masyarakat menilai persoalan ini perlu mendapat perhatian serius karena menyangkut penggunaan uang negara yang seharusnya dimanfaatkan untuk pembangunan dan kepentingan masyarakat desa.
“Kalau pekerjaan belum ada tetapi anggaran sudah terealisasi, tentu masyarakat berharap ada pemeriksaan agar semuanya jelas dan terbuka,” ujar salah seorang warga.
Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Desa Marao belum memberikan penjelasan lebih lanjut terkait dugaan anggaran fiktif pada proyek pengerasan jalan desa tersebut.
Tim/Redaksi







