ROKAN HULU-Tuntasnusantara.com –
dugaan pembiaran fasilitas di SD Negeri 025 Tambusai Utara kian memanas. Menanggapi kritik publik terkait hancurnya sarana prasarana (sapras) sekolah.Kepala Sekolah Selamat Siswanto, setelah dikonfirmasi awak media, ia berdalih, bahwa perawatan dan perehapan telah dilakukan secara bertahap menggunakan, dengan menggunakan Dana BOS, termasuk klaim renovasi plafon baru dianggarkan tahun ini, dan materialnya “masih dipesan, ucap nya. 
Namun, alibi tersebut dinilai publik tidak masuk akal jika disamakan dengan data realisasi anggaran dua tahun terakhir. Total Dana BOS (2024–2025), menembus angka Rp 414 juta lebih, dan Khusus Anggaran Sapras mencapai Rp92.395.800.
Dengan kucuran dana sapras yang hampir menyentuh diangka seratus juta rupiah, publik mempertanyakan akan hal itu. Secara logika sehat, jelas menolak alasan tersebut, bahwa penggantian selembar tripleks atau plafon lapuk yang berlumut harus menunggu tahun 2026,dengan dalih “masih dipesan”. Alasan ataupun aturan persentase
anggaran diduga kuat hanya menjadi tameng administratif untuk menutupi ketidakbecusan manajemen atau potensi penyelewengan dana.
Desakan Audit Investigatif, itu
Dalih Kepsek yang melempar tanggung jawab dengan alasan “sudah mengajukan rehab ke dinas terkait, akan tetapi belum ada tanggapan, ini adalah bentuk cuci tangan.
Dana BOS justru dikucurkan, agar sekolah bisa mandiri menangani kerusakan yang mendesak, akibatnya kerusakan telepon bisa mengancam keselamatan anak didik.
Saat ini, publik sedang mendesak Inspektorat dan Dinas Pendidikan agar segera turun tangan melakukan audit investigatif menyeluruh agar uang negara tidak menguap di balik laporan kertas yang rapi. (R2)







