DUMAI – Tuntasnusantara.com
Suasana khidmat namun meriah mewarnai peringatan Hari Raya Waisak tahun 2570 BE / 2026 yang berlangsung pada Minggu, 31 Mei 2026. Dalam rangkaian peringatan suci tersebut, digelar acara besar Pentas Seni yang menampilkan beragam bakat dari siswa, pemuda, dan umat Buddha di Kota Dumai, yang berlangsung sukses dan penuh makna.
Acara dimulai dengan pembukaan oleh Pembawa Acara, dilanjutkan dengan kata sambutan sekaligus pembukaan resmi seluruh rangkaian kegiatan lomba oleh Ketua Yayasan Prajnamitra, Bapak B. Alwi Saputra, S.Ip., M. Pd. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi semangat generasi muda dalam melestarikan nilai-nilai dharma melalui seni dan kreativitas. Sebelum masuk ke sesi penampilan, MC juga mempersembahkan sesi promosi untuk stan bazar yang turut memeriahkan suasana acara.
Panggung pentas seni menjadi saksi keberagaman bakat yang luar biasa, mulai dari penampilan musik, tarian, hingga pembacaan puisi yang sarat makna. Penampilan perdana dibuka oleh Nicholas Saputra dari SMB Dumai yang membawakan lagu “Pujian Gunung”, disusul dengan tarian kreasi indah dari siswa-siswi SD Maitreyawira.
Rangkaian acara dipadukan dengan momen pengumuman pemenang berbagai lomba yang telah digelar sebelumnya, mulai dari lomba Solo Song, Puisi, Desain Grafis, Videografis, Dhamma Desana, hingga lomba mewarnai dan puzzle bagi lansia. Nama-nama pemenang yang tampil kembali di atas panggung untuk mempersembahkan karya terbaik mereka antara lain Evelyn Xanderly (SMB Dumai), Jenny Angelina (SMB Purnama), Tresia (SMB Nerbit), Selviana (SMP Maitreyawira), hingga Alfin Wijaya (SMB Dumai), yang membawakan karya-karya seperti “Alami Bahagia Selamanya”, “Roda Dharma Kembali Berputar”, “Hening Waisak, Heningkan Batin”, dan “Ku Yakin dan Percaya”.
Selain penampilan individu, kemeriahan juga dihadirkan oleh kelompok-kelompok seni seperti Hai Yan Qing Nian Tuan, Mi Feng Qing Nian Tuan, dan Hai Niao Qing Nian Tuan yang mempersembahkan tarian dan senam “Kasih Semesta”. Keterlibatan siswa dari TK, SD, SMP, hingga SMK Maitreyawira juga menjadi sorotan, baik melalui penampilan angklung yang membawakan lagu nasional “Tanah Air” dan rohani “Pada Mu Kuberserah”, maupun lewat vokal grup dan tarian bertema persatuan “Satu Keluarga”.
Acara ditutup dengan suasana akrab dan gembira melalui pemutaran musik INLA dan sesi karaoke bersama. Melalui pentas seni ini, peringatan Waisak tahun ini tidak hanya menjadi momen refleksi spiritual, tetapi juga bukti nyata bahwa nilai-nilai kebaikan, kebersamaan, dan bakat generasi muda terus tumbuh dan bersinar di Kota Dumai.
Reporter : Irham







