LABUHANBATU – Tuntasnusantara.com
Kepolisian Resor (Polres) Labuhanbatu bersama Polsek Panai Tengah menggelar operasi pemberantasan narkoba secara intensif selama empat hari berturut-turut di wilayah Kecamatan Panai Tengah dan Panai Hulu. Operasi yang berakhir pada Selasa, 21 April 2026 ini berhasil mengamankan sejumlah tersangka beserta barang bukti sabu dalam jumlah signifikan.
Adapun rincian penangkapan selama operasi berlangsung antara lain:
Irpan dkk (TIJ alias Irpan), ditangkap di Jalan Gembira, Labuhan Bilik, pada 16 April dengan barang bukti 15,02 gram sabu.
J alias Idar, diamankan di wilayah Panai Tengah dengan barang bukti 1,7 gram sabu.
Seorang pria yang diduga bagian dari Sindikat Meranti Paham, diringkus di Panai Hulu dengan kepemilikan 17,7 gram sabu.
Seorang pelaku lainnya di wilayah Panai Hilir ditangkap dengan barang bukti 3,76 gram sabu.
Keberhasilan aparat dalam menangkap Irpan dan kelompoknya sempat mendapat apresiasi dari masyarakat. Dukungan tersebut diwujudkan melalui kiriman papan bunga yang dipasang di depan markas kepolisian sebagai bentuk penghargaan atas upaya pemberantasan narkoba.
Namun, di balik capaian tersebut, muncul kekecewaan dari sebagian warga, khususnya di Desa Teluk Sentosa. Mereka menilai operasi yang dilakukan belum menyentuh aktor utama yang diduga mengendalikan jaringan peredaran narkoba di wilayah tersebut.
Nama BC alias Binsar Dalimunthe kerap disebut oleh warga dan sejumlah media sebagai sosok yang diduga berperan sebagai bandar besar. Meski demikian, hingga operasi berakhir, yang bersangkutan belum termasuk dalam daftar tersangka yang diamankan.
Seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa penangkapan terhadap pelaku lapangan memang patut diapresiasi, namun belum cukup untuk memutus rantai peredaran narkoba.
“Kami mengapresiasi penangkapan kurir-kurir ini. Tapi publik juga mempertanyakan kenapa sosok yang diduga sebagai pengendali utama belum tersentuh. Hal ini menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat,” ujarnya.
Warga juga menyoroti beberapa hal yang memicu keresahan, antara lain:
Nama BC yang secara konsisten dilaporkan sebagai pengelola jaringan narkoba di kawasan permukiman.
Operasi yang dinilai lebih menyasar pelaku tingkat menengah ke bawah, sehingga dianggap belum efektif menghentikan peredaran narkoba secara menyeluruh.
Dugaan kebocoran informasi dalam setiap operasi yang menyasar lokasi-lokasi tertentu, sehingga kerap berakhir tanpa hasil di titik yang dianggap krusial.
Hingga saat ini, masyarakat berharap pihak kepolisian dapat memberikan penjelasan terkait perkembangan penanganan kasus tersebut. Transparansi dinilai penting guna menjaga kepercayaan publik terhadap upaya penegakan hukum, khususnya dalam pemberantasan narkoba di wilayah Labuhanbatu. ( HYT )







